Qutest adalah tes potensi yang dikembangkan berdasarkan d2 Test of Attention dari Brickenkamp dan Zillmer (2003). Tes ini digunakan untuk mengukur seberapa baik seseorang bisa fokus dan bertahan secara mental saat mengerjakan tugas. Seperti d2 Test of Attention, Qutest juga mengukur motivasi, perhatian, konsentrasi, dan ketelitian seseorang saat bekerja. Namun, Qutest memiliki perbedaan dari versi aslinya, terutama dalam hal bentuk soal, aspek yang diukur, dan cara pengerjaannya.
Terdapat 4 aspek yang diukur di dalam Qutest:
Hasil disajikan terstruktur dan mudah dibaca, langsung bisa dibawa ke rapat keputusan.
Alat ukur bisa dirangkai menjadi satu laporan yang utuh.
Dikembangkan dari pendekatan dan norma yang bisa dipertanggungjawabkan.
Psikolog dan tim kami bantu memilih dan memaknai hasilnya.
Ceritakan kebutuhan asesmen Anda. Tim kami bantu memilih alat ukur yang pas dan mengubah hasilnya jadi keputusan yang bisa Anda pertanggungjawabkan, sebelum bicara soal harga.
City Skylight adalah asesmen berbasis game yang mengukur kemampuan perencanaan dan pemecahan masalah. Menantang pemain menyusun langkah yang tepat dan mengelola waktu secara efisien lewat tantangan yang menyenangkan.
Pelajari →16PF adalah alat ukur kepribadian yang dikembangkan dari teori Raymond B. Cattell. Memetakan 16 dimensi kepribadian lewat skala spesifik dan global untuk memahami karakter dan gaya kerja seseorang.
Pelajari →TIKI (Tes Intelegensi Kolektif Indonesia) adalah alat ukur inteligensi hasil kerja sama Universitas Padjadjaran dan Vrije Universiteit. Menilai daya tangkap, logika, ketelitian, dan abstraksi.
Pelajari →
Mitra strategis keputusan talenta berbasis data dan analitik. Kami membantu perusahaan Indonesia mengubah hasil asesmen menjadi keputusan yang tepat, didukung platform, people analytics, dan asesor berpengalaman.